Tekstur memberi petunjuk yang lebih berguna daripada ukuran saat memilih kurma untuk camilan atau hidangan. Buah kurma umumnya berbentuk lonjong-silinder, dengan panjang 3β7 cm dan diameter 2β3 cm; penggolongannya mencakup jenis lunak, semi-kering, dan kering. Pembagian itu berkaitan dengan kandungan glukosa, fruktosa, dan sukrosa pada buahnya.[2]
Tiga golongan, tiga petunjuk tekstur
Golongan lunak mencakup Barhee, Halaw, Khadrawy, dan Medjool. Dayri, Deglet Noor, serta Zahidi termasuk golongan semi-kering, sedangkan Thoory termasuk golongan kering.[2] Nama golongan ini bisa menjadi titik awal untuk memilih karakter yang diinginkan, tanpa menganggap semua kurma dalam satu kelompok punya rasa atau kegunaan yang persis sama.
Untuk camilan, misalnya, pilihan dapat dimulai dari golongan lunak jika yang dicari adalah kurma bertekstur lunak. Jika ingin mencoba karakter yang lebih kering, golongan kering menjadi pembanding yang masuk akal. Ini panduan memilih berdasarkan kategori tekstur, bukan aturan bahwa satu golongan hanya cocok untuk dimakan langsung.
Sesuaikan pilihan dengan peran kurma dalam hidangan
Dalam sajian sehari-hari, tentukan dulu apakah kurma ingin dinikmati sebagai potongan yang terasa jelas atau menjadi bagian yang lebih menyatu dengan hidangan. Setelah itu, pilih golongan tekstur yang paling sesuai dengan hasil yang diinginkan. Pendekatan ini membantu menyaring pilihan tanpa menetapkan satu jenis sebagai pasangan wajib untuk resep tertentu.
Kurma memiliki satu biji.[2] Jika hendak dipotong atau dicampurkan ke dalam hidangan, belah buahnya dan keluarkan biji terlebih dahulu. Langkah sederhana ini membuat persiapan lebih terarah, sementara bentuk dan golongan teksturnya tetap menjadi petunjuk utama untuk memilih.
Sumber
- [2] Wikipedia bahasa Indonesia β Pohon kurma. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29301116&title=Pohon_kurma (diakses 2026-10-03).